Mengintip Tips Menjaga Kesehatan dalam Tahajjud


Anda tentu pernah mendengar sebuah hadist riwayat Abu Dawud yang menyatakan bahwa shalat sunnah yang paling utama setelah shalat fardhu adalah sholat tahajud.
Sudah menjadi pengetahuan umum di kalangan muslimin bahwa shalat tahajud merupakan shalat yang menakjubkan. Sebuah ibadah sunnah yang sangat dianjurkan bagi setiap muslim. Banyak sekali hadist yang menyampaikan tentang keutamaan dan anjuran untuk mengamalkan tahajud ini. Bahkan bagi para ulama salaf, tahajud seakan-akan sudah menjadi amalan wajib.
Tentunya kita sangat percaya bahwa segala sesuatu yang Allah SWT perintahkan pasti mempunyai tujuan dan manfaat. Dan kita sudah banyak sekali mendapatkan dalil tentang keutamaan-keutamaan tahajud di mata Allah SWT. Dan menjadi tugas kita menyingkap tabir manfaat-manfaat lain dibalik perintah Allah SWT.
Diilhami dari sabda Nabi, “Sholat tahajud dapat menghapus dosa, mendatangkan ketenangan, dan menghindarkan diri dari penyakit,” maka Dr. Sholeh dalam bukunya Terapi sholat tahajud mengemukakan sebab-sebab ilmiah dari ibadah yang luar biasa ini. Dr. Sholeh mengkaji secara spesifik mengenai hormon kortisol dan kaitannya dengan sholat tahajud.
Menurut Dr. Sholeh hormon kortisol dikenal sebagai hormon stress. Fungsi utama hormon ini untuk menangkal dan mempersiapkan tubuh terhadap stress. Seorang ahli biokimia bernama Granner dalam biokimia harper menyatakanbahwa kortisol menekan sistem imun (pertahanan) tubuh yang mengakibatkan seseorang rentan terhadap penyakit.
Kalau begitu, apakah hormon kortisol berbahaya ?


-P
Sebuah penelitian pada hewan percobaan menunjukkan bahwa tiadanya hormon ini justru mengakibatkan hewan tersebut tidak layak hidup, sangat rentan dan lemah terhadap berbagai tekanan dari luar. Kortisol ini dihasilkan oleh kelenjar di ginjal dengan kontrol dari otak. Kadar kortisol tertinggi seseorang dicapai setelah tengah malam (dini hari) hingga siang hari. Kortisol dibutuhkan untuk melawan stress harian, hanya saja yang dihindari adalah pengaruh negatifnya yang mampu menekan sistem kekebalan (imun) yang bisa berakibat seseorang menjadi rentan sakit.
Dr. Sholeh melakukan penelitian dengan melibatkan 41 responden siswa SMU Lukman Hakim Pondok Pesantren Hidayatullah – Surabaya. Dari 41 siswa tersebut, hanya 23 yang sanggup menjalankan sholat tahajud selama 1 bulan penuh. Setelah diuji lagi tinggal 19 siswa yang bertahan sholat tahajud selama 2 bulan penuh. Sholat tahajud dimulai pada pukul 02.00 – 03.30 WIB sebanyak 11 rakaat; dua rakaat sebanyak empat kali, ditutup dengan sholat witir tiga rakaat. Selanjutnya hormon kortisol 19 siswa tersebut diuji di laboratorium.
Hasilnya: didapatkan kadar hormon kortisol yang stabil dan lebih rendah pada pengamal sholat tahajud. Ketika diuji kadar ilmunya, diperoleh hasil yang bermakna pada uji statistik dalam kelompok tersebut. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sholat tahajud berpengaruh terhadap peningkatan respon ketahanan tubuh imunogik.
;)
Lalu apa yang menyebabkan hal itu dapat terjadi? Dr. Sholeh menjelaskan bahwa sholat tahajud yang dijalankan dengan tepat, kontinu, khusuk dan ikhlas mampu menumbuhkan persepsi dan motivasi positif dan memperbaiki suatu mekanisme tubuh dalam mengatasi perubahan yang dihadapi atau beban yang diterima. Respon emosi positif inilah yang dapat mengurangi stress.

Disamping dari sisi spiritual ternyata sholat tahajud ternyata secara ilmiah sangat bermanfaat untuk kesehatan. Tetapi mengapa masih banyak yang belum dapat mengamalkannya secara istiqomah? Apakah amalan ini terlalu berat?
Allah SWT dalam QS. 73:2 sudah menyatakan: “bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya),”.
Hanya kaum yang sedikit inilah yang akan mendapatkan keberuntungan dan keutamaan. Oleh karena itu marilah kita saling mengingatkan untuk menyambut seruan Allah SWT. Bagi sebagian kalangan memang terlihat berat pada awal pelaksanaan ketika belum terbiasa, tapi akan berubah menjadi sesuatu yang ringan, menenteramkan, bahkan membuat mata sang pengamal menitikkan air mata ketika terlewat mengamalkan dalam suatu kesempatan.

“Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-Mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji” (QS. Al Israa’ : 17) –

Tentang Ghufron

Aku lahir di sebuah dusun kecil di daerah Malang Selatan. Dusun dengan area sawah mengitarinya. Mulai utara, selatan, timur, dan barat dari dusunku adalah sawah. Lahir dan tumbuh di dusun, menjadikan aku kurang mengenal sains dan teknologi. Keseharian hanya disibukkan dengan membantu orang tua di sawah, yang mesti terus bekerja sebagai buruh tani untuk sesuap nasi.

Posted on Juni 28, 2008, in Artikel. Bookmark the permalink. Tinggalkan sebuah Komentar.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.